Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

MENANTI KEJUTAN POLITIK DI TAHUN 2013




Tahun baru saja berganti dari tahun 2012 ke tahun 2013. Tahun 2013 bisa dikatakan sebagai tahunnya para politikus,karena semakin mendekati tahun pemilu, 2014. Suhu politik tahun 2013 diperkirakan akan semakin panas dari tahun – tahun sebelumnya. Beberapa kasus hukum yang saat ini tengah bergulir di tangan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pun diperkirakan akan menciptakan dampak politik di tahun ini. Bahkan, bisa saja ada aksi saling bongkar skandal para elite partai.

Isu korupsi politik akan semakin memanas, elite politik yang akan berkompetisi akan dibuka skandal-skandalnya begitu juga dengan partai politik dengan asal usul dananya. Jadi, bisa diperkirakan tahun 2013 ini pasti akan ada kejutan-kejutan politik.

Tahun 2013, partai-partai politik bisa saling menyandera lantaran semua partai di parlemen tersangkut kasus-kasus korupsi. Pekerjaan yang paling berat di tahun ini sebenarnya ada di kubu Partai Demokrat sebagai partai penguasa. Demokrat yang paling banyak PR-nya dan akan semakin kencang mendapatkan serangan dari lawan-lawan politik untuk mendegradasi kekuatan Demokrat. Selain itu, Demokrat juga diprediksi masih bergulat dengan konflik internal. Demokrat akan tersandera secara internal maupun eksternal jika tidak ada keputusan politik segera dari partai itu.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego mengatakan, setidaknya penanganan kasus skandal Bank Century dan Hambalang bisa berimplikasi politis di tahun 2013 ini. Kekonsistenan partai pun diuji dalam komitmen pemberantasan korupsi. Jika partai konsisten membela koruptor, maka partai Demokrat akan ditinggalkan. Tetapi jika partai Demokrat tetap komit dalam pemberantasan korupsi pasti akan didukung pemilih. Pemilih semakin cerdas memilih. Dibutuhkan partai yang bersih, santun, cerdas, tidak hanya retorika, tetapi juga praktis.



Anggi Nurdiansyah 102050265

Jumat, 28 Desember 2012

PASANGAN HERYAWAN – DEDY DIDUKUNG PARTAI NASDEM DI PILGUB JABAR




Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 4 ternyata mendapat dukungan dari partai yang notabene partai baru,yaitu partai Nasdem. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Rustam, ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Jawa Barat  yang  menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2013 yakni Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar.

Menurut  Rustam Efendi,pihak partai NasDem Sebetulnya sudah lama mendiskusikan soal sikap politik menjelang Pilgub Jabar 2013. Rustam menuturkan karena hanya Ahmad Heryawan yang sering menjalin komunikasi dengan pengurus DPP di Jawa Barat. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan bagi pihaknya, sehingga untuk mengantisipasi perpecahan di internal partai maka diputuskan untuk mendukung pasangan cagub Ahmad Heryawan dengan cawagub Deddy Mizwar.

Pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dianggap paling layak untuk didukung oleh konstituen Partai Nasdem yang tercatat hingga saat ini sebanyak 2,3 juta anggota di Jabar. Dengan dukungan tersebut, maka Partai Nasdem bisa mendongkrak perolehan suara Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar pada Pilgub Jabar 2013 mendatang.

Partai NasDem itu sendiri adalah sebuah partai politik di Indonesia yang baru diresmikan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 26 Juli 2011. Partai ini didukung oleh Surya Paloh yang merupakan pendiri organisasi bernama sama yaitu Nasional Demokrat. Selain itu beliau juga memimpin salah satu media massa di Indonesia yaitu Metro TV. Media ini yang selalu menampilkan berita terbaru seputar partai NasDem.

Dengan mendapat dukungan dari Partai NasDem ini,pasangan cagub Ahmad Heryawan dan cawagub Dedy Mizwar mendapatkan kekuatan baru untuk memenangkan pilihan gubernur yang akan dilaksanakan 24 Februari 2013 mendatang. Selain itu partai NasDem akan semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia khusnya Jawa Barat. Mungkin ini juga bisa dikatakan sebagai strategi politik partai NasDem yang akan menghadapi Pemilu di 2014.

 Anggi Nurdiansyah 102050265

Kamis, 27 Desember 2012

PEMILIHAN GUBERNUR JAWA BARAT PERIODE 2013-2018



Tidak lama lagi Propinsi Jawa Barat akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2013-2018. Pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur ini akan di lakukan pada hari Minggu tanggal 24 Februari 2013 mendatang. Pada kesempatan ini saatnya masyarakat Jawa Barat untuk memilih calon pemimpinnya dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar periode 2013-2018. Pada waktunya nanti masyarakat memberikan suaranya untuk memilih calon pemimpin di Jawa Barat. Memilih Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membawa Jawa Barat yang lebih baik.

Jika di lihat dari beberapa kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar periode 2013-2018 ini diibaratkan seperti ‘perang bintang’, karena dari beberapa calon Gubernur dan Wakil Gubernur berprofesi sebagai politikus sekaligus artis di Indonesia. Beberapa calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang berprofesi politikus sekaligus artis yaitu Dede Macan Effendi atau biasa dikenal dengan sebutan Dede Yusuf, kemudian anggota DPR RI yang berprofesi sebagai artis yaitu Rieke Dyah Pitaloka dan yang terakhir Dedy Mizwar, beliau adalah seorang aktor kondang sekaligus sutradara.

Melihat dari beberapa kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar periode 2013-2018 ini akan menjadikan persaingan perebutan kursi tertinggi di Jawa Barat lebih menarik dan ketat. Para calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang berprofesi sebagai artis akan memanfaatkan figur artisnya dalam kampanye untuk menarik perhatian masyarakat. Berikut adalah calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 beserta nomor urutnya :

  1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib
  2.  Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul
  3. Dede Yusuf-Lex Laksamana
  4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar
  5.  Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki

Nomor urutan ini telah disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat dan akan ditetapkan di surat suara pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 24 Februari 2013 mendatang.


Anggi Nurdiansyah 102050265

Rabu, 26 Desember 2012

PARTAI DEMOKRAT MENGKLAIM MASIH MENJADI HARAPAN MASYARAKAT




Fraksi Partai Demokrat mengklaim bahwa partai demokrat masih di harapkan oleh masyarakat, meski para kadernya terlibat dalam skandal korupsi.


Kita tahu kasus terbaru yang menyeret kader partai demokrat adalah Andi Mallarangeng. Beliau adalah  Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat yang sekarang sudah mengudurkan diri dari jabatannya karena ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Hambalang.
Selain Andi Mallarangeng,beberapa kader partai demokrat sudah lebih dulu di angkat menjadi tersangaka seperti Hartati Murdaya, M.Nazarudin, dan Angelina Sondakh yang sekarang sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor).
Menurut ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf “masyarakat masih menaruh harapan besar terhadap Partai Demokrat”. Nurhayati mengakui sepanjang tahun 2012 banyak sekali dinamika politik, baik di dalam maupun di luar Partai. Kondisi itu cukup mengganggu kinerja partai maupun fraksi. Tetapi, dinamika tersebut berhasil dikendalikan sehingga stabilitas politik tetap terjaga, kinerja partai maupun fraksi tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Demikian pula kinerja kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Pemerintahan SBY mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6 persen. Itu artinya, stabilitas politik terjaga, dan pemerintahan tidak terganggu.

Anggi Nurdiansyah 102050265