Selasa, 08 Januari 2013

2013, Tahun Kebangkitan Olahraga Otomotif Indonesia?


mari sejenak lupakan cabang olahraga sepakbola, yang selain berita nya gagal juara turnamen, dan gagal lolos kualifikasi turnamen FIFA terus menerus juga kita sudah sampai pada titik deg-degan. Ini sudah bulan Januari 2013, namun belum ada tanda-tanda bahwa PSSI maupun KPSI tak terkecuali Pemerintah, punya rencana tindakan yang dapat diterima semua pihak dan mendamaikan hati semua pihak.
Jika tidak ada kata damai hingga Maret 2013, maka pejabat-pejabat tinggi FIFA sudah wanti-wanti tidak ada ampun larang semua perwakilan Indonesia untuk tampil dalam pertandingan skala apapun yang masuk dalam kalender FIFA maupun AFC.
Tapi tenang lah saudaraku, dunia olahraga Indonesia bukan hanya sepakbola. Tanpa bermaksud pasrah jika sampai PSSI di “banned” FIFA bulan Maret 2013, jika memang para manusia yang mengaku nasionalis di dalam tubuh PSSI maupun KPSI dan para pendukungnya tidak mau berdamai masih ada nasionalis-nasionalis sejati lainnya yang bersungguh-sungguh sedang membenahi organisasi maupun prestasi atlitnya agar dapat membawa nama Indonesia ke ajang dunia.
Ada satu cabang, yang selama 2012, beberapa atlitnya, meski belum juara, namun sudah tampil di seri ataupun ajang kejuaraan dunia. Ibaratnya di cabang sepakbola, mereka telah tampil di ajang Piala Dunia, walaupun mungkin masih level junior, namun yang jelas beberapa di antaranya pada tahun 2012, meraih kemenangan, baik juara ataupun sekedar naik podium di ajang sekelas Piala Dunia tersebut.
Cabang olahraga otomotif. Yah ini adalah salah satu cabor di Indonesia yang kepengurusannya jarang terdengar nama nya namun prestasi atlit nya banyak yang mendunia. Tahukah Anda bahwa Ketua Umum IMI adalah pak polisi yang sering kita lihat press conference di TV setiap kali sehabis ada penggrebekan terhadap sarang teroris di Indonesia? Namanya adalah Pak Nanan Sukarna yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IMI periode 2011-2015.
Di hari pengukuhannya sebgai Ketum yang baru beliau memang telah mencanangkan tekad akan membawa nama pembalap-pembalap Indonesia ke ajang kelas dunia di masa kepengurusannya, baik itu F1, Moto GP, ataupun World Rally Championship bila perlu akan ada yang ikut Reli maut Reli Dakkar.
Tahun 2013, yang sudah memberikan konfirmasinya adalah, pembalap motor Doni Tata Pradipta akan bertanding satu musim kompetisi penuh di ajang Moto 2 yang merupakan kelas yang selalu dipertandingkan dan disiarkan ke televisi seluruh dunia setiap kali sebelum dimulainya balapan Moto GP dalam satu seri.
Dengan kata lain, Doni akan tampil bersama tim Federal Oil Gresini Moto 2 yang tinggal satu level lagi di bawah Jorge Lorenzo, Valentino Rossi , Dani Pedrosa dkk yang jelas Doni akan selalu bertanding di hari yang sama dengan para “jagoan” dunia tersebut. Sebenarnya Doni pernah melakukannya sekitar empat tahun yang lalu, namun hasilnya jauh dari memuaskan. Dan tahun ini ia mendapat kesempatan untuk mencoba lagi.
Ada satu lagi pembalap Indonesia yang akan bertanding di ajang yang sama, yaitu pembalap tim Qatar QMFF, mantan juara IndoPrix, Rafid Topan. Bahkan berita terbaru menyatakan, jika Rafid sepanjang 2013 akan tinggal di Spanyol, negeri nya para juara dunia motor mulai dari kelas Moto GP hingga Moto3.
Hal ini dilakukan Rafid, agar persiapannya lebih matang, baik fisik maupun mental bertanding, karena di sana juga lebih banyak dan bervariasi sirkuit balap kelas dunia dibandingkan dengan di Qatar dan Indonesia. Hal ini bagus untuk meningkatkan pengenalan Rafid terhadap motorsport, mengingat di Indonesia, aslinya ia adalah juara kelas motor bebek (underbone).
Belum lagi program pelatihan pembalapnya yang terbukti telah menghasilkan Alex Criville, Sete Gibernau, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Toni Elias, Marc Marquez, Julian Simon, dan masih banyak lagi, sampai ada ungkapan, ”mau nonton Moto GP kek, mau nonton Moto2 kek, mau Moto 3 kek…..kalo sampai gak ketemu pembalap Spanyol berlaga di sirkuit, berarti anda datang ke ajang Motor balap bohongan, atau nyasar” luar biasa.

Pindah ke ajang roda empat.

Rio Haryanto

Ada Rio Haryanto yang tahun 2012 dinobatkan sebagai the best rookie dalam ajang balapan single seater GP 2. Ajang ini, sama halnya dengan ajang Moto2 yang diikuti Doni dan Rafid, juga hanya tinggal selevel di bawah F1.
Sebelumnya Rio adalah pembalap yang mengakhiri musim balap GP 3 2011 dengan dua kali naik podium juara bersama tim Marussia Manor Racing sehingga sebagai pembalap yang prestasinya terbaik di tim tersebut, Rio berkesempatan menjajal mobil Marussia F1 di sirkuit Yas Marina UEA.
Bahkan dari hasil 2 kali ujicoba mengendarai F1 bersama tim Marussia baik GP 3 maupun GP 2 tahun 2011 dan 2012 lalu, Rio kini telah mengantongi SIM F1 (Super Driver License), yang berarti tinggal menunggu waktu dan nasib saja, untuk kita menyaksikan Rio bertanding melawan Sebastian Vettel, Alonso, Hamilton dan lainnya.
Untuk tahun ini di ajang GP2, Rio akan bertanding dengan tim Barwa Addax yang pernah sukses menghasilkan Sebastian Grossjean dan Sergio Perez sebagai pembalap F1. Targetnya di tahun 2013 adalah Rio dapat menempati posisi lima besar klasemen untuk pembalap.
Masih ada juga Sean Gelael yang tahun 2012 masuk tiga besar Formula Pillota. Rencananya di tahun 2013 ini, cucu pendiri pasar swalayan pertama di Indonesia, Dick Gelael tersebut, akan bertanding di ajang Formula 3 Inggris yang pernah menghasilkan Lewis Hamilton, Jenson Button dan Fernando Alonso sebagai juaranya ketika mereka masih junior dulu.
Di ajang reli, Subhan Aksa kini sedang mempersiapkan dan mencari kendaraan yang pas untuk tampil di ajang WRC 2. Lagi-lagi kelas ini hanya setingkat di bawah ajang reli paling prestisius di dunia, yaitu WRC.
Tahun lalu Ubang, panggilan akrabnya, sukses meraih posisi tiga besar untuk kelas reli dunia khusus mobil yang diproduksi untuk umum yaitu PWRC. Dan ketika itu ia menggunakan mobil andalannya Mitsubishi Lancer Evolution VIII yang sayangnya tidak boleh digunakan lagi untuk ajang WRC 2.
Masih ada satu nama lagi, yang bertanding di kelas yang selevel dengan PWRC dan setingkat di bawah WRC tahun 2012, yaitu Rifat Sungkar, yang juga sukses meraih posisi tiga besar klasemen akhir 2012, bahkan sempat menjuarai seri Prancis.
Namun hingga tulisan ini dibuat, belum ada kabar terbaru di ajang mana Rifat akan bertanding tahun 2013. Yang jelas amat disayangkan jika ia tidak meneruskan langkahnya yang hanya tinggal selangkah lagi menuju WRC.
Dan peserta, maupun jumlah seri WRC belum terlampau “sesak”, berbeda dengan balapan F1 ataupun Moto GP dimana jalan untuk masuk ke sana akan lebih banyak pesaing nya.
Harusnya bukan hanya Rifat dan Ubang saja yang mampu menjadi pereli kelas dunia, namun Indonesia pun harus kembali kebagian menjadi tuan rumah ajang WRC seperti ketika tahun 1996-1997, dimana pada periode yang sama, selain ajang WRC nya di Medan, sirkuit Sentul Bogor pun kebagian jadi saksi kemenangan pembalap muda Valentino Rossi atas legenda Mick Doohan di ajang Moto GP ketika itu.

Ayo olahraga otomotif Indonesia, bangkit dan buktikan nasionalisme mu.

Buktikan bahwa balapan, bukan lagi ajang “mainan” anak-anak orang kaya negeri ini untuk menghamburkan uang bapaknya. Terutama untuk Subhan Aksa yang merupakan anak dari konglomerat Aksa Mahmud. Begitu juga Sean yang baik ayah, maupun kakeknya adalah pemegang hak franchise waralaba Kentucky Fried Chicken di Indonesia selain supermarket Gelael nya.
Saatnya Ubang, Rifat, Rio, Sean, Doni, Rafid dan lainnya berprestasi dunia. Tak peduli jika sekalipun kalian anak raja, yang penting prestasi dunia nya. Indonesia sudah haus prestasi olahraga kelas dunia.

(Muhammad Tio Istinanda 102050164 | Unpas Bandung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar